Nama Adalah Doa; Menelisik Makna Dibalik Nama-nama Presiden Indonesia
Setiap anak yang baru lahir adalah anugerah istimewa bagi orang tua. Karena dianggap istimewa, orang tua akan memberikan nama terbaik untuk anak mereka. Di antara mereka, ada yang memilih nama dari bahasa Inggris, Arab, Jawa, atau bahkan Sansakerta, yang memiliki arti cantik dan baik. Ada juga yang memberikan nama sesuai kesenangan mereka. Misalnya, penggemar K-pop memberi nama anak seperti oppa-oppa Korea, atau penggemar selebriti menamai anak sesuai nama artis idola mereka.
Namun, sebagian orang tua memilih bertabarruk mengambil nama anak mereka seperti nama-nama tokoh pahlawan, ilmuwan, atau cendekiawan. Tujuannya adalah membangkitkan semangat dan inspirasi melalui nama tersebut. Mereka berpegang pada pedoman bahwa nama adalah sebuah doa, sebagaimana pepatah "Asma Kinarya Japa."
Nama menjadi titik awal tujuan hidup dan garis marka perjalanan seseorang. Di balik kebesaran seseorang, tersimpan doa dan harapan, salah satunya tercermin dalam nama. Hal ini bisa kita lihat salah satu contohnya pada nama-nama presiden negara kita tercinta. Mulai dari pertama hingga saat ini.
Pertama, Ir. Soekarno. Namanya terdiri dari dua kata: "Soe" dibaca “su” (dalam bahasa Jawa) berarti "baik," dan "Karno" merujuk pada tokoh Adipati Karna dalam pewayangan Mahabharata, yang dikenal teguh, gigih, berani, tetapi tetap dermawan. Jika digabungkan maka menjadi memiliki makna "pemimpin baik yang gagah berani dan dermawan." Benar saja, Ir. Soekarno menjadi pemimpin perjuangan kemerdekaan Indonesia, motivator, dan penggerak bangsa.
Kedua, Soeharto. Presiden Soeharto lahir dari keluarga yang tidak kaya. Nama yang disematkan oleh orang tua soeharto pada putranya ini memiliki makna filosofi, “Soe” bermakna “baik“ atau lebih baik. Lalu harto satu akar kata dengan kata harta yang bermakna "kekayaan". Dan benar saja, sesuai doa dan harapan orang tua soeharto beliau menjadi orang yang memilki harta melimpah dan bahkan menjadi seorang nomor 1 di Indonesia.
Ketiga, Bachruddin Jusuf Habibie. Presiden Indoensia yang terkenal dengan pesawat terbangnya ini merupakan seorang yang jenius. BJ Habibie menciptakan pesawat pertama Indonesia, N250 Gatot Kaca, pada tahun 1995, merancang pesawat Dornier DO-31. Selain itu BJ Habibie juga sangat berjasa dalam dunia penerbangan dunia karena berhasil memperkenalkan cara menghitung perambatan retak secara acak atau crack propagation on random pada pesawat terbang. Dengan teori Crack ini para ahli dapat memprediksi titik retak lebih awal sehingga pesawat lebih aman.
Kejeniusan BJ. Habibie ini salah satu faktor penyebabnya adalah karena doa yang tersemat pada nama beliau. Nama “Yusuf” ber-tabarruk pada Nabi Yusuf as. Bahwa Nabi Yusuf pernah menjadi menteri kerajaan. Kelihaian dan kecerdasan Nabi Nusuf dalam menyiasati masalah di negerinya saat musim paceklik 7 tahun lamanya. Dan terbukti selama pemerintahan BJ. Habibie sedikit demi sedikit masalah yang ada sebelum kepemerintahan beliau bisa sedikit teratasi.
Keempat, Gus Dur. Presiden ke-4 Indonesia ini memiliki nama kecil Abdurrahman Ad-Dakhil. Ayahnya, KH Wahid Hasyim, mengagumi tokoh Andalusia dengan nama yang sama. Abdurrahman Ad-Dakhil adalah pemimpin Andalusia yang memerintah sejak tahun 756 hingga 788 M. Selama masa kekuasaannya Abdurrahman Ad-Dakhil mampu memperbaiki peradaban yang hampir tumbang, lalu mempertahankannya, dan bahkan menjadikannya sebagai pusat ilmu di seluruh dunia.
Setelah sekitar 1200 tahun berlalu, dunia kembali memiliki seorang Abdurrahman Ad-Dakhil, kali ini di Indonesia. Saat itu, negara ini menghadapi banyak masalah, seperti konflik politik, krisis ekonomi, konflik etnis dan agama, hingga gerakan separatis. Gus Dur, dengan masa jabatannya yang singkat, mampu mengendalikan berbagai permasalahan itu. Seperti Abdurrahman Ad-Dakhil yang membawa perubahan besar di Andalusia, Gus Dur meninggalkan warisan reformasi yang terus dikenang bangsa Indonesia. Semangatnya untuk membangun Indonesia yang adil, demokratis, dan toleran tetap hidup hingga kini.
Kelima, Megawati Soekarno Putri. Megawati menjadi presiden perempuan pertama di Indonesia. Beliau juga seorang wanita yang menjadi pemimpin salah satu parpol di Indonesia. Kekuasaan dan kebesaran presiden ke 5 ini mungkin saja berkat dari filosofi dalam nama besar beliau. “Mega” berarti awan atau sesuatu yang besar dalam bahasa Yunani atau Jawa. Ini sering diartikan sebagai sesuatu yang luas, besar, atau luhur. "Wati" adalah imbuhan dalam nama perempuan Jawa yang menunjukkan sifat atau karakter perempuan. Maka, secara keseluruhan, "Megawati" dapat diartikan sebagai "perempuan yang luhur atau besar seperti awan," mencerminkan keagungan atau harapan untuk kebesaran.
Keenam, Susilo Bambang Yudhoyono atau kerap di panggil SBY. Nama Susilo Bambang Yudhoyono memiliki makna filosofis yang mencerminkan profesi dan kehidupan beliau. "Susilo" atau kesusilaan melambangkan budi pekerti luhur, cermin kepribadian yang tenang, bijak, dan penuh pertimbangan. "Bambang," merupakan nama khas dalam tradisi keluarga Jawa, Memiliki arti kesatria menggambarkan seseorang yang gagah dan penuh tanggung jawab. Nah, uniknya nama beliau selaras dengan kiprahnya. Yaitu sebagai perwira TNI angkatan darat. Yang diangkat pada tahun 1997 dan pensiun pada tahun 2001 karena menjadi menteri. Nama beliau inilah yang menjadi doa dan harapan pada diri seorang SBY. Beliau benar-benar menjadi kesatria bagi Indonesia dengan menjadi TNI dan berlanjut menjadi seorang pemimpin bangsa Indoensia selama 2 periode.
Ketujuh, Joko Widodo. Bapak dari wapres terpilih ini merupakan seorang yang terlahir dari keluarga yang biasa, bukan dari bangsawan ataupun dari keluarga terpandang. Meniti Karir hingga menjadi wali kota solo, lalu menjadi gubernur Jakarta, lalu menjadi presiden Indonesia. Salah satu slogan yang kerap dilontarkan selama kepemimpinannya yaitu “Kerja, kerja, kerja”. Ternyata sifat dan lika-liku presiden ke 7 ini memiliki keterkaitan dengan filosofi dari nama beliau. “Joko” dalam Bahasa jawa berarti anak muda. Kecenderungan sifat anak muda biasanya adalah cenderung berani menanggung risiko, menyukai petualangan dan tantangan. Dan benar saja Selama kepemimpinannya banyak sekali kebijakan-kebijakan baru beliau. Dan beberapa dianatarnya merupakan kebijakan yang memiliki risiko. Namun begitu beliau juga memiliki “Widodo” yang bermakna keteguhan, kebijaksanaan, pengaruh dan kekuasaan. Dan benar saja, sesuai doa dan harapan yang tersimpan dalam nama Presiden Joko Widowo. Beliau memiliki jabatan mulai dari wali kota, hingga jabatan presiden bahkan selama dua periode.
Kedelapan, setelah melewati 7 presiden, sekarang Indonesia dipimpin oleh presiden baru. Presiden Prabowo dan wakilnya Gibran Rakabuming. Sama dengan presiden sebelum-sebelumnya mereka berdua juga memiliki nama dengan makna yang baik. Dikutip dari Good News, Nama Prabowo Subianto bermakna "pemrakarsa, pelopor, pemimpin yang bekerja keras." Sedangkan wakil presiden Gibran Rakabuming menjelaskan arti namanya dalam sebuah wawancara bahwa "Gibran" adalah singkatan dari gagah berani, yang merupakan pemberian dari ayah beliau Joko Widodo. Adapun nama belakang "Rakabuming" menurut beberapa sumber memiliki arti berarti pandai, teguh, dan bijaksana. Keduanya memiliki nama dengan folosofi kepemimpinan yang bagus.
Maka selanjutnya hanya doa dan harapan untuk bangsa Indonesia melalui mereka berdua, semoga presiden dan wakil presiden kita seperti apa yang dilekatkan dalam nama mereka. Seperti perjuangan yang dilakukan para pendahulu-pendahulunya dengan kebijakan-kebijakan yang membawa kebaikan bagi bangsa. Membawa Indonesia semakin jaya.
Posting Komentar